• gambar
  • gambar

PENGUMUMAN PPDB TAHUN 2023 Jalur Afirmasi, Prestasi, dan Perpindahan Orang Tua. silahkan Klik disini

Pencarian

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 138453
Pengunjung : 66676
Hari ini : 9
Hits hari ini : 17
Member Online : 3
IP : 34.236.134.129
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Agenda

25 February 2024
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
1
2
3
4
5
6
7
8
9

PPG DALJAB UNIPMA MADIUN ( HAPPY DEVITASARI, S.Pd )




BEST PRACTISE_Happy_BK


BEST PRACTISE PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR


DENGAN METODE BRAISTORMING ( CURAH PENDAPAT ) KELAS VIII A SMP NEGERI 3 PULE


KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 2023/2024


 


PPG DALJAB UNIPMA MADIUN


 


.


UNIPMA


 


Disusun Oleh : Happy Devitasari, S.Pd


 


PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK DINAS PENDIDIKAN PEMUDA, DAN OLAHRAGA


SMPN 3 PULE


2023


PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR DENGAN METODE BRAISTORMING ( CURAH PENDAPAT )


KELAS VIII A SMP NEGERI 3 PULE KABUPATEN TRENGGALEK


TAHUN PELAJARAN 2023/2024


 


Description: SMPN 3 PULE


 


Disajikan untuk memenuhi Tugas Akhir Pelaksanaan PPG Daljab 2023 (Best Practise)


Disusun oleh :


Nama : Happy Devitasari, S.Pd. Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling Sekolah : SMP Negeri 3 Pule


 


BAB I PENDAHULUAN




  1. Latar Belakang Masalah


     


    Konsentrasi belajar siswa merupakan suatu perilaku dan fokus perhatian siswa untuk dapat memperhatikan dengan baik dalam setiap pelaksanaan pembelajaran, serta dapat memahami setiap materi pelajaran yang telah diberikan.


     


    Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, pengertian konsentrasi yang dikemukakan oleh Scholz dan die Regionale Schulberatungsstelle für den Kreis Warendorf memiliki perbedaan. Dari penjelasannya, Scholz memaparkan bahwa konsentrasi diperlukan dalam berbagai kegiatan yang menjadi rutinitas seseorang setiap harinya, sedangkan dalam die Regionale Schulberatungsstelle für den Kreis Warendorf disebutkan pengertian konsentrasi yang lebih spesif ik yakni suatu kemampuan dimana seseorang dapat memfokuskan pikiran terhadap suatu hal tertentu. Dikatakan pula bahwa kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi dipengaruhi oleh situasi sekitarnya. Selain itu konsentrasi bukan suatu sifat bawaan yang dimiliki seseorang dan selalu ada setiap waktu.Dalam praktik pembelajaran.


    Kurikulum Merdeka yang penulis lakukan selama ini, penulis melakukan layanan klasikal. Penulis meyakini layanan klasikal dengan metode brainstorming (curah pendapat) tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas untuk menuntaskan permasalahan siswa secara Bersama-sama. Ternyata, dalam praktiknya, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir peserta didik masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS). Penulis juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan peserta didik tampak tidak ceria.


    Dari hasil pengamatan yang dilakukan di kelas VIII A SMP Negeri 3 Pule, tidak jarang ditemui pada saat proses belajar mengajar berlangsung terlihat kurang konsentrasi. Hal ini terlihat dari peserta didik yang tidak memperhatikan pada saat guru memberikan penjelasan di depan kelas, ada peserta didik yang berbicara dengan teman sebangku, bahkan terlihat ada salah satu peserta didik sibuk sendiri sambil bermain handphone di dalam kelas.


    Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, peserta didik harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah metode brainstorming ( curah pendapat ) yang mampu mengarahkan peserta didik untuk berfikir dan mengutarakan ide-ide gagasannya sesama anggota kelompok.


    Metode brainstorming (curah pendapat) sangat bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berbicara peserta didik, dimana peserta didik dilatih untuk berfikir secara kritis. Menurut Isjoni (2007), braistorming adalah salah satu strategi belajar mengajar yang dilakukan seorang guru disekolah, dalam bercurah pendapat antara dua atau lebih individu saling tukar menukar pengalaman, informasi, dan memecahkan masalah. Menurut Kamisa (2013), curah pendapat adalah tukar pendapat untuk memecahkan suatu masalah atau mencari kebenaran, atau pertemuan ilmiah yang di dalamnya dilakukan tanya jawab guna membahas suatu masalah.




  2. Jenis Kegiatan


    Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practice ini adalah kegiatan pembelajaran Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling menggunakan Metode braistoriming (curah pendapat dalam kelompok) dalam Peningkatkan Konsentrasi Belajar.


     




  3. Manfaat Kegiatan




Manfaat penulisan best practice ini adalah meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas.


BAB II PEMBAHASAN




  1. Tujuan dan Sasaran


    Tujuan penulisan best practice ini adalah untuk mendeskripsikan best practice penulis dalam menerapkan pembelajaran layanan klasikal menggunakan Metode Brainstorming ( Curah Pendapat) .


    Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas VIII A Semester 2 Tahun Pelajaran 2023/2024 di SMP Negeri 3 pule sebanyak 18 siswa.


     




  2. Bahan/ Materi Kegiatan


    Bahan yang digunakan dalam best practice pembelajaran ini adalah materi kelasVIII A Semester 2 Tahun Pelajaran 2023/2024 pada Materi Peningkatan Konsentrasi Belajar.


     




  3. Metode/ Tahap Pelaksanaan Kegiatan


    Metode yang digunakan dalam pelaksanaan best practice ini adalah menerapkan layanan klasikal menggunakan Metode Braistorming ( Curah Pendapat).


    Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Metode Pembelajaran. Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak Curah pendapat.


    Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan metode diskusi :




    1. Tahap Awal/Pendahuluan


       




      1. Guru membuka dengan salam dan doa.




      2. Guru BK menanyakan kehadiran peserta didik




      3. Membina hubungan baik dengan Peserta didik (menanyakan, kabar,pelajaran sebelumnya,ice breaking(Tangkap jari)).




      4. Menyampaikan tujuan khusus yang akan dicapai.




      5. Memberikan langkah langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab kepada Peserta didik.




      6. Kontrak layanan (kesepakatan layanan),hari ini akan melakukan kegiatan selama dan sepakat melakukan dengan baik.




      7. Guru memberikan topik yang akan dibicarakan.




      8. Guru menanyakan kesiapan Peserta didik melaksanakan kegiatan inti.


         






    2. Tahap Inti


       




      1. Guru Bk memberikan pertanyaan pemantik mengenai konsentrasi belajar




      2. Guru Bk menayangkan media vidio tentang konsentrasi belajar.




      3. Guru Bk menyusun pertanyaan tentang isi cerita dalam vidio konsentrasi belajar




      4. Guru Bk membentuk kelompok




      5. Mengajak Peserta didik untuk curah pendapat tentang pertanyaan yang sudah disediakan oleh Guru BK




      6. Guru Bk memberikan penekanan kepada peserta didik mengutarakan ide ide sesuai apa yang dia alami tanpa adanya kritikan kritikan dari siapapun




      7. Guru Bk motivasi kepada peserta didik agar lebih semangat dalam mengelurkan ide didalam curah pendapat berkelompok.




      8. Setelah peserta didik mengemukakan ide ide yang dialami kenapa tidak konsentrasi maka Guru Bk memberikan klarifikasi hasil curah pendapat mana yang harus di pecahkan.




      9. Membuat catatan khusus observasi selama proses layanan


         






    3. Tahap Penutup


       




      1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan




      2. Peserta didik merefleksi kegiatan dan mengungkapkan kemanfaatan




      3. Guru memberikan penguatan




      4. Guru menutup kegiatan dan mengajak peserta didik berdoa


         








  4. Penyusunan Perangkat Pembelajaran


    Berdasarkan hasil rencana kegiatan di atas kemudian disusun perangkat pembelajaran meliputi RPL, bahan ajar, LKPD, dan instrumen penilaian.


     




  5. Alat/Instrumen




    • Slide presentasi (ppt) tentang materi Peningkatan konsentrasi Belajar




    • Lembar kerja siswa tentang Peningkatan Konsentrasi belajar




    • Lembar penilaian




    • Video tentang Motivasi belajar:




    • Laptop dan LCD Proyektor




     




  6. Waktu dan Tempat Kegiatan




Best Practice ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2023 bertempat di kelas VIII A SMP Negeri 3 Pule


KESIMPULAN


 




  1. Kesimpulan


    Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.




    1. Prosen pembelajaran dengan metode braistorming ( curah pendapat ) layak dijadikan best practice baik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.




    2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan layanan (RPL) secara sistematis dan cermat, pembelajaran dengan metode braistorming ( curah pendapat ) yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikanPPK (Penguatan Pendidikan Karakter), literasi, dan kecakapan abad 21.






  2. Rekomendasi


    Berdasarkan hasil praktik pembelajaran dengan metode braistorming (curah pendapat) berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.




    1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada materi disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan latar belakang peserta didik dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan.




    2. Peserta didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu peserta didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).




    3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan best practice ini akan menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran berorientasi HOTS.






DAFTAR PUSTAKA


 


Hamzah B. Uno, Teori Motivasi&Pengukurannya, (Jakarta: BumiAksara,2013), h. 23


Isjoni. (2007). Pembelajaran Visioner Perpaduan Indonesia-Malaysia. Yogyakarta: Pustaka Belajar. h. 131


Kamisa. 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Cahaya Agency


Arifin Nugroho, HOTS (Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi: Konsep Pembelajaran Penilaian dan soal-soal) (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2018),


Fuaddilah Ali Sofyan, “Implementasi HOTS Pada Kurikulum 2013”, Jurnal Inventa, 1 (Maret 2019)


Mulyasa, E. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004)


Lampiran


 


Description: logo trenggalek


PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK


DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA


SMP NEGERI 3 PULE


RT 08 RW 04 Desa Puyung Kecamatan Pule, E-mail : smpn3pule@ymail.com


PULE, 66362


 


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL


SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024


 













































Topik layanan



Peningkatan Konsentrasi belajar



Komponen layanan



Layanan dasar



Sasaran



VIII A



Bidang layanan



Layanan Belajar



Metode/teknik



Brainstorming


(Curah Pendapat)



Fungsi layanan



Pemahaman



Tanggal Pelaksanaan



 


17 Januari 2024



Waktu



2 x 40 Menit



 



SKKPD


 


Kematangan intelektual, pengembangan diri. No.4



Pengenalan (Kongnitif)


Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah(C)



Akomodasi (Afektif)


Menyadari adanya resiko dari pengambilan keputusan (A)



Tindakan (Psikomotor)


Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan resiko yang mungkin terjadi. (P)



Peserta didik mampu meningkatkan konsentrasi belajar (C6)





  1. Peserta didik dapat mendiskripsikan pengertian konsentrasi (C6)




  2. Peserta didik dapat mendeteksi ciri ciri konsentrasi belajar(C4)




  3. Peserta didik




menemukan





  1. Peserta didik dapat menunjukkan manfaat konsentrasi belajar(A5)




  2. Peserta didik dapat menentukan faktor yang memperngaruhi konsentrasi




belajar (A5)



Peserta didik dapat membentuk sikap nyata konsentrasi belajar.(P4)






























 



cara konsentrasi belajar (C4)



 



 



Profil Pelajar Pancasila



Bertaqwa dan beriman kepada Tuhan YME,Kemandirian,Bernalar kritis.



2. KEGIATAN LAYANAN



b. Tahap Awal/Pendahuluan


 




  1. Guru membuka dengan salam dan doa.




  2. Guru BK menanyakan kehadiran peserta didik




  3. Membina hubungan baik dengan Peserta didik (menanyakan, kabar,pelajaran sebelumnya,ice breaking(Tangkap jari)).




  4. Menyampaikan tujuan khusus yang akan dicapai.




  5. Memberikan langkah langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab kepada Peserta didik.




  6. Kontrak layanan (kesepakatan layanan),hari ini akan melakukan kegiatan selama dan sepakat melakukan dengan baik.




  7. Guru memberikan topik yang akan dibicarakan.




  8. Guru menanyakan kesiapan Peserta didik melaksanakan kegiatan inti.




 


c. Tahap Inti




  1. Guru Bk memberikan pertanyaan pemantik mengenai konsentrasi belajar




  2. Guru Bk menayangkan media vidio tentang konsentrasi belajar




  3. Guru Bk menyusun pertanyaan tentang isi cerita dalam vidio semangat belajar




  4. Guru Bk membentuk kelompok




  5. Mengajak Peserta didik untuk curah pendapat tentang pertanyaan yang sudah disediakan oleh Guru BK




  6. Guru Bk memberikan penekanan kepada peserta didik mengutarakan ide ide sesuai apa yang dia alami tanpa adanya kritikan kritikan dari siapapun




  7. Guru Bk motivasi kepada peserta didik agar lebih semangat dalam mengelurkan ide didalam curah pendapat berkelompok.




  8. Setelah peserta didik mengemukakan ide ide yang dialami kenapa tidak konsentrasi maka Guru Bk memberikan klarifikasi hasil curah pendapat mana yang harus di pecahkan.




  9. Membuat catatan khusus observasi selama proses layanan




 


d. Tahap Penutup


 




  1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan




  2. Peserta didik merefleksi kegiatan dan mengungkapkan kemanfaatan




  3. Guru memberikan penguatan




  4. Guru menutup kegiatan dan mengajak peserta didik berdoa





3. EVALUASI



Evaluasi proses



Guru melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses keaktifan peserta didik selama mengikuti layanan klasikal



















 





  1. Melakukan Refleksi hasil materi “konsentrasi belajar”, setiap peserta didik menuliskan di kertas yang sudah disiapkan.




  2. Mengamati sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan klasikal.




  3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau bertanya.




  4. Mengamati cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan guru tentang konsentrasi belajar





Evaluasi hasil



Peserta didik mengisi lembar evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :




  1. Peserta didik mendapatkan pemahaman baru setelah melakukan diskusi tentang cara berkonsentrasi dalam belajarnya.




  2. Peserta didik senang dalam diskusi ini karena sangat bermanfaat.




  3. Merencanakan kegiatan setelah mendapatkan materi konsentrasi belajar.





Tindak lanjut



Memonitoring jurnal penerapan praktik konsentrasi belajar



 


















 



Trenggalek, 17 Januari


2024


 


Happy Devitasari, S.Pd



 


Mengetahui



 



Dosen Pembimbing TTD



Guru Pamong TTD



 




  1. Lampiran Materi, Media dan LKPD


     




    1. Pengertian Konsentrasi Belajar


       


      Konsentrasi Belajar




      • Konsentrasi adalah memfokuskan pikiran terhadap suatu objek tertentu dengan menyampingkan hal hal yang tidak berhubungan dengan proses belajar dan mengajar yang dilakukan (Slameto, 2013).




      • Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009), konsentrasi belajar adalah kemampuan


        memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya.




      • Menurut Surya (2009), konsentrasi belajar adalah pemusatan daya pikiran dan perbuatan siswa pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau memisahkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari.


         






    2. Menurut Makmun (2003), konsentrasi belajar yang dilakukan oleh siswa memiliki beberapa indikator atau ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:




      1. Konsentrasi perhatian. memperhatikan sumber informasi dengan saksama (guru atau buku), fokus pandangan tertuju pada guru atau papan tulis, dan memperhatikan hal yang lain (menengok ke arah teman yang bertanya atau menanggapi jawaban).




      2. Sambutan lisan (verbal response). yaitu bertanya mencari informasi tambahan penguji, pendapat hipotetiknya, menjadi pembicara.




      3. Memberikan pernyataan. Seperti menguatkan, menyetujui, menentang dan menyanggah atau membandingkan (dengan alasan, tanpa alasan).




      4. Menjawab. Menjawab jawaban hasil diskusi atau jawaban teman sesuai dengan masalah atau menyimpang dari masalah (ragu-ragu).




      5. Sambutan psikomotorik. Dengan membuat catatan atau menulis informasi, membuat jawaban atau mengerjakan tugas.




       




    3. Cara meningkatkan konsentrasi belajar




      1. memberikan kerangka waktu yang jelas agar anak mengetahui dengan pasti berapa lama harus menyelesaikan.




      2. Mencegah anak agar tidak terlalu cepat berganti dari satu tugas ke tugas lain dengan cara membatasi pilihan.




      3. Mengurangi jumlah gangguan dalam ruangan.




      4. Memberikan umpan balik dengan segera untuk memotivasi anak tetap bekerja atau mengarahkan kembali perhatiannya pada tugas yang sedang dikerjakan.




      5. Merencanakan tugas yang lebih kecil dari pada memberikan satu sesi yang panjang.




      6. Menetapkan tujuan dan menawarkan hadiah untuk memotivasinya agar terus bekerja.




       




    4. Manfaat/keuntungan Ketika siswa berkonsentrasi




      1. Siswa akan lebih mudah dan cepat menguasai materi ajar yang disajikan.




      2. Dapat dipastikan bahwa siswa yang konsentrasi dalam belajar sebenarnya ia juga sedangaktif.




      3. Jadi konsentrasi juga dapat dijadikan suatu tanda bahwa siswa sedang aktif belajar.




      4. Menambah semangat/motivasi bagi siswa untuk lebih aktif beraktifitas dalam belajar.




      5. Memudahkan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.




      6. Suasana belajar menjadi yang semakin kondusif.




      7. Memudahkan siswa mendapatkan pengalaman yang baru.




      8. Munculnya hal-hal yang positif (misalnya tidak mau menghayal) dalam diri siswa




      9. Konsentrasi belajar yang baik dapat meningkatkan hasil belajar (Mayasari, 2017;Aslamia, 2018)




      10. Siswa akan dengan mudah menyerap, memahami dan mengolah segala informasi dalam pembelajaran dengan baik (Malawi & Tristiar, 2016)




      11. Merangsang aktivitas belajarmenjadi lebih berkualitas, siswa menjadi lebih serius dalam pembelajaran, serta daya pemahaman siswa menjadi lebih baik.






    5. Penyebab konsentrasi belajar siswa rendah


      Konsentrasi belajar siswa, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:




      1. Lingkungan, lingkungan dapat mempengaruhi kemampuan dalam berkonsentrasi, kita akan dapat memaksimalkan kemampuan konsentrasi. Jika kita dapat mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap konsentrasi, kita mampu menggunakan kemampuan kita pada saat dan suasana yang tepat. Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi belajar adalah suara, pencahayaan, temperatur, dan desain belajar.




      2. Suara, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap suara, ada yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik, belajar ditempat ramai, dan bersama teman. Tetapi ada yang hanya dapat belajar ditempat yang tenang tanpa suara, atau ada juga yang dapat belajar ditempat dalam keadaan apapun.




      3. Pencahayaan, pencahayaan merupakan salah satu faktor yang pengaruhnya kurang begitu dirasakan dibandingkan pengaruh suara, tetapi terdapat juga seseorang yang senang belajar ditempat terang, atau senang belajar ditempat yang gelap, tetapi kenyamanan visual dapat juga digolongkan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan di dalam ruangan maupun bangunan.




      4. Temperatur, temperatur sama seperti faktor pencahayaan, merupakan faktor yang pengaruhnya kurang begitu dirasakan dibandingkan pengaruh suara, tetapi terdapat juga seseorang yang senang belajar ditempat dingin, atau senang belajar ditempat yang hangat, dan juga senang belajar ditempat dingin maupun hangat.




      5. Desain Belajar, desain belajar merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh juga, yaitu sebagai media atau sarana dalam belajar, seperti halnya terdapat seseorang yang senang belajar ditempat santai sambil duduk di kursi, sofa, tempat tidur, maupun di karpet






    6. Dampak konsentrasi belajar siswa rendah Dampak dari






konsentrasi


belajar rendah :




  1. pemahaman terhadap pembelajaran berkurang,




  2. tidak memperhatikan materi yang disampaikan,




  3. Sikap tidak peduli terhadap situasi kelas dan tidak memperhatikan tugas yang diberikan.




  4. Pembelajaran kurang perhatian, dan mempengaruhi kemampuan memahami




 




  1. Lampiran power point


    image


    image


     


    image


    image


     


    image


    image


     


    image


    image


     


    image


    image


     


    image




  2. Lampiran vidio konsentrasi belajar https://www.youtube.com/watch?v=z81TqwCgZRw


     




  3. Lampiran LKPD




 


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


 




  1. Nama lengkap :…………………………………………………


     




  2. Kelas/No.Absen :………………………………………………...


     




  3. Topik Layanan :………………………………………………...


     




  4. Tanggal Layanan :………...............................................................




 


Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai dengan pemahaman anda


 




  1. Jelaskan pendapatmu mengenai konsentrasi Belajar!


     


    ....................................................................................................................


     




  2. Apa saja yang kalian ketahui ciri-ciri konsentrasi?


     


    ....................................................................................................................




  3. Bagaimana cara kalian bisa konsentrasi dengan baik?




  4. Apa saja manfaat jika kalian bisa belajar dengan penuh konsentrasi?


    .................................................................................................................


    ....................




  5. Faktor apa sajakah yang mempengarui konsentrasi?


    .................................................................................................................


    ....................




  6. Sebutkan sika nyata jika kita bisa konsentrasi dengan baik?




.................................................................................................................


....................


 


Lampiran Evaluasi Proses dan Hasil


 




  1. Evaluasi Proses


     


    Penilaian Proses Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal




    1. Identitas :




      1. Nama Guru : Happy Devitasari




      2. Kelas : 8A




        1. Topik Layanan : Konsentrasi Belajar




        2. Tanggal Layanan : ……………………………..








    2. Petunjuk Pengisian :




      1. Berilah tanda centang (√) pada kolom pilihan di bawah ini sesuai dengan apa yang terjadi selama proses layanan bimbingan klasikal, dengan pilihan jawaban YA dan TIDAK :




      2. Pernyataan nomor 1-13 diisi sesuai dengan keadaan peserta didik selama mengikuti proses layanan.


         


































        KEGIATAN PESERTA DIDIK



        PILIHAN



        YA



        TIDAK



        1. Peserta didik berperan aktif dalam kegiatan layanan





         



        2. Peserta didik mendengarkan guru BK ketika menyampaikan materi layanan





         



        3. Peserta didik memperhatikan ketika guru BK menyampaikan materi layanan





         



        4. Keaktifan Peserta didik dalam mengikuti layanan BK Teknik diskusi kelompok





         




















































        5. Peserta didik antusiasme dalam setiap layanan BK Teknik diskusi kelompok





         



        6. Perhatian Peserta didik saat guru BK menjelaskan langkah- langkah pelaksanaan diskusi kelompok





         



        7. Keberanian Peserta didik bertanya ketika ada hal yang kurang dimengerti





         



        8. Partisipasi Peserta didik berpendapat mengenai topik yang dibahas





         



        9. Respon Peserta didik ketika proses diskusi





         



        10. Komunikatif Peserta didik dalam kelompok bersama siswa yang lain





         



        11. Peserta didik mampu mengembangkan hubungan positif dalam kelompok





         



        12. Keaktifan Peserta didik dalam memberikan kesimpulan





         



        13. Keaktifan Peserta didik dalam proses evaluasi didkusi kelompok





         



         


        Observer,


         


        HAPPY DEVITASARI., S.Pd.


         


         




        1. Identitas :


           


          Penilaian Proses Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal




          1. Nama Siswa : …………………….




          2. Kelas : 8A




            1. Topik Layanan : Konsentrasi Belajar




            2. Tanggal Layanan : 13 Desember 2023








        2. Petunjuk Pengisian :




          1. Berilah tanda centang (√) pada kolom pilihan di bawah ini sesuai dengan apa yang terjadi selama


            proses layanan bimbingan klasikal, dengan pilihan jawaban YA dan TIDAK :




          2. Pernyataan nomor 1-10 diisi sesuai dengan keadaan peserta didik selama mengikuti proses layanan.






         














        KEGIATAN PESERTA DIDIK



        PILIHAN



        YA



        TIDAK








































































        1. Guru BK memberikan materi dengan mudah dipahami





         



        2. Guru BK memberikan layanan yang menarik





         



        3. Guru BK aktif mendampingi berjalannya diskusi kelompok





         



        4. Guru BK memberikan layanan dengan sangat komunikatif





         



        5. Guru BK humoris dalam menyampaikan materi





         



        6. Guru BK memakai metode pembelajaran yang tidak membosankan





         



        7. Guru BK memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan siswa





         



        8. Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan siswa





         



        9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi bimbingan





         



        10.Guru mengajak siswa untuk berperan aktif dalam layanan bimbingan





         



        11. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan materi





         



        12. Guru memfasilitasi siswa dalam membuat kesimpulan





         



        13. Guru BK memberikan laporan kegiatan layanan yangtelah diberikan





         



         








  2. Evaluasi Hasil




 


 


Identitas :


Penilaian Hasil


Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal




  1. Nama Siswa




  2. Kelas : 8A






  1. Topik Layanan : Konsentrasi Belajar




  2. Tanggal Layanan : 13 desember 2023




B. Petunjuk Pengisian :




  1. Berilah tanda centang (√) pada kolom pilihan di bawah ini sesuai dengan apa yang terjadi selama proses layanan bimbingan klasikal, dengan pilihan jawaban YA dan TIDAK :




  2. Pernyataan nomor 1-19 diisi sesuai dengan keadaan peserta didik selama mengikuti proses layanan.




 

































 


No



 


PERNYATAAN



PILIHAN



YA



TIDAK



1.



Saya sudah memiliki banyak informasi tentang konsentrasi belajar





 



2.



Saya merasa senang untuk mencari informasi gaya konsentrasi belajar dari internet





 



3.



Saya sudah mengetahui ciri-ciri konsentrasi belajar





 















































































4.



Saya mencari informasi tentang manfaat konsentrasi belajar





 



5.



Saya paham dengan cara-cara konsentrasi belajar





 



6.



Saya sulit memahami faktor konsentrasi dalam belajar





 



7.



Saya sudah memiliki bekal informasi untuk meningkatkan konsentrasi belajar





 



8.



Saya merasa tidak memiliki bekal informasi untuk meningkatkan konsentrasi belajar





 



9.



Saya merasa senang bertanya dengan orang tua mengenai konsentrasi belajar





 



10.



Saya memiliki bekal informasi konsentrasi belajar yang didapat dari guru BK untuk meningkatkan belajar





 



11.



Saya senang mencari sendiri informasi tentang manffat konsentrasi belajar





 



12.



Saya senang untuk mencari informasi mengenai sikap nyata konsentrasi belajar





 



 


13.



 


Saya antusis mencari informasi tentang sikap nyata konsentrasi belajar





 



15.



Saya memiliki banyak informasi konsentrasi belajar supaya kehidupan saya baik





 



16.



Saya mengabaikan informasi penting tentang konsentrasi belajar yang dapat membuat kehidupan saya yang lebih baik





 



 


SUMBER :


1. Download file disini


2. Website Universitas PGRI Madiun


3. Website Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Madiun


4. Website Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun


5. Website Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas PGRI Madiun


6. Sistem Informasi Manajemen Universitas PGRI Madiun


7. Laman Akreditasi Universitas PGRI Madiun


 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas